Musik dansa elektronik atau electronic dance music (juga dikenal sebagai EDM, musik dansa,[1] musik klub, atau sederhananya dansa) adalah berbagai genre musik elektronik perkusif yang dibuat sebagian besar untuk klub malam, rave, dan festival-festival. EDM pada umumnya diproduksiuntuk diputarkan disjoki (DJ) yang membuat pilihan trek tanpa lipatan kecil, yang disebut pengadonan (mix), mengikuti dari satu rekaman ke rekaman lain.[2] Produser EDM juga menunjukkan musik mereka langsung di sebuah konser atau festival yang diatur dalam apa yang terkadang disebut live PA. Di Inggrisdan di benua Eropa, EDM lebih sering disebut 'musik dansa' atau hanya 'dansa'.[3]
Pada akhir 1980-an dan awal 1990-an, mengikuti kemunculan raving, radio bajakan, dan meningkatnya minat dalam budaya klub, EDM memperoleh popularitas arus utama di Eropa. Selama pertengahan hingga akhir 1990-an, meskipun keberhasilan awal dari sejumlah budaya dansa di Amerika, penerimaan budaya dansa tidak mendunia dan meskipun musik Electro dan Chicago house sudah berpengaruh di Eropa dan Amerika Serikat, aliran media arus utama, dan industri rekaman, tetap bermusuhan dengan musik EDM. Pada saat ini, sebuah asosiasi mempersepsikan antara EDM dan budaya obat, yang mana menggiring pemerintah di negara dan kota untuk memberlakukan undang-undang dan kebijakan yang ditujukan untuk menghentikan penyebaran budaya rave.
Kemudian, pada era baru millennium (2000-an), popularitas EDM meningkat secara global, termasuk Amerika Serikat. Pada awal 2010-an istilah "electronic dance music" dan akronim "EDM" sedang didorong oleh industri musik AS dan jurnalisme musik dalam upaya untuk re-brand budaya rave Amerika. Meskipun beberapa industri mencoba untuk membuat sebuah jenis EDM, akronim ini tetap di gunakan sebagai istilah umum untuk beberapa genre, termasuk house, techno, trance, drum dan bass, dubstep, dan beberapa subgenre yang berhubungan.[4][5][6][7]
5 Alasan EDM Jadi Musik Favorit Para Milenial
1. EDM menyediakan warna musik yang lebih segar dan berenergi
Kebanyakan musik EDM memiliki tempo musik yang upbeat dan lebih bersemangat. Hal ini identik dengan semangat milenial yang sedang membara. Apalagi musik EDM juga identik sebagai musik yang cocok untuk partyyang mana kerap dilakukan milenial ketika mereka ingin bersenang-senang melepas penat.
2. Musik EDM lebih shareabledibanding yang lain
Gak bisa dipungkiri, milenial tumbuh di era media sosial di mana mereka selalu terhubung dengan internet. EDM yang bisa dibuat lewat software musik tanpa menggunakan banyak alat musik membuat para penciptanya lebih punya kemudahan untuk menyebar musik baru mereka, misalnya lewat situs sharing musik seperti SoundCloud. Dari artis ke para fans, dari fans ke fans lainnya bisa jadi alasan kenapa musik EDM dan milenial bisa cocok.
3. Banyaknya variasi musik EDM yang bisa dieksplor
Bisa dibilang, EDM mungkin jadi salah satu genre musik yang punya banyak variasi. Bahkan antara satu jenis musik EDM dengan yang lain bisa terdengar sangat berbeda. Misalnya techno, house, drum & bass, jungle, hingga dubstep yang beberapa tahun belakangan cukup fenomenal, salah satunya berkat Skrillex. Yang mana favoritmu nih?
4. Musik EDM banyak didengar oleh orang yang tech savvy
Sebagian besar milenial menghabiskan waktunya berada di dunia maya. Dan para pendengar musik EDM juga gemar menggunakan internet, berhubung mereka pasti menemukan lagu-lagu EDM baru lewat internet. Gak heran juga karena kesukaannya mendengarkan musik EDM di internet, milenial paling tidak pernah mencari informasi mengenai bagaimana caranya menjadi DJ atau nge-remix lagu.
5. Festival musik EDM merupakan salah satu acara yang paling hits
Jika suatu negara mengadakan festival musik bertema EDM, dijamin acara tersebut bakal hits dan tiket masuk pun bisa cepat laku terjual. Selain karena ingin menonton DJ favorit, alasan lainnya karena sebagian besar milenial ingin jadi bagian dari suatu acara yang lagi happening dan gak mau ketinggalan.
Di Jakarta sendiri, salah satunya adalahDjakarta Warehouse Project. Acaranya para penggemar musik EDM ini selalu ramai dibanjiri penonton setiap tahunnya. Di DWP, para penonton bisa mendengarkan secara langsung enerjiknya para DJ kelas dunia dalam memainkan lagu hits mereka.
Sumber1: https://www.idntimes.com/hype/viral/ivan-tirta/ini-dia-5-alasan-edm-jadi-musik-favorit-para-millenials-csc-1 (idntimes)
Sumber2: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Musik_dansa_elektronik
Sumber2: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Musik_dansa_elektronik







Komentar
Posting Komentar